Wisuda Bersama Santri Diniyah Takmiliyah se-Sumatera Selatan Tahun 2021/2022

0
111

SUMSEL, SahabatRakyat.com- Khataman Wisuda Santri Diniyah Takmiliyah Tahun pelajaran 2021/2022, Dewan Pengurus Wilayah(DPW)  Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) yang diselenggarakan di Aula DPD RI Provinsi Sumsel jalan G. H. A. Bastari Palembang, Selasa (02/08/2022).

Ketua DPW- FKDT Sumsel Ustadz M. Soni Suharsono, S.Pd.I, M.Si. CH.,mengatakan, “Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan wisuda bersama Diniyah Takmiliyah se-Sumatera Selatan dengan pesertanya 200 orang, seharusnya 1200 karena wisudanya agak terlambat seharusnya bulan Mei atau Juni,” katanya.

Diniyah Takmiliyah di Sumsel ada sekitar 420 yang terdata di kementrian agama Sumatera Selatan, Diniyah ini mengajarkan mengaji seperti TPQ tetapi karena Diniyah ini belajar seperti pesantren, ada bahasa Arab seperti ilmu nahwu, sharaf, dan sebagainya, diniyah ini seperti pesantren tapi non mukim.

“Pendidikan yang didapat diDiniyah sendiri ada ula setara MD, Wustha, MTS, kuliah, ulya. Takmiliyah berasal dari kata kamilun yang artinya penyempurna, yang di SD kurang agamanya masuk ke MDT di tambah agama. Belajarnya  dari jam 2 sampai jam 5, tempat belajarnya ada dalam Masjid, ruangan bebas, intinya dimana saja bisa yang penting Santrinya ada 10, itu sudah bisa mendirikan Takmiliyah,”bebernya.

Lanjut Ustadz Soni menuturkan, untuk peserta yang hadir dan diwisuda ada yang berasal dari Palembang, OI, Prabumulih, Oki, Banyuasin, ada 5 Kabupaten, tidak semuanya ikut.

“Untuk yang diwisuda ada 200 peserta, di gelar 1 tahun sekali. Yang kita wisuda tingkat Awaliyah setara dengan SD, walaupun setara SD rata-rata siswa juga ada dari SMP, karena siswa ada yang belum bisa belajar agama, belum bisa ngaji, pengetahuan agamanya kurang maka siswa masuk ketingkat setara dengan SD nama awaliyah,”tuturnya.

Syarat menjadi Santri Diniyah sendiri yg utama ada kemauan belajar agama, keinginan menambah wawasan agama maka bisa jadi santri. Terkait dengan pengeluaran perizinan pendirian harus ada guru, santri, tempat, pembelajaran. Siapa pun bisa mendirikan yang penting minimal punya 10 murid, ada gurunya dan ada tempat yang bisa mendirikan Diniyah Takmiliyah.

“Motivasi mendirikan MDT ini mudah-mudahan Madrasah Diniyah Takmiliyah ini bisa lebih dikenal masyarakat luas, lebih flexibel karena Diniyah justru lebih awal dari pesantren,”ujarnya.

“Harapannya kepada para santri yang sudah diwisuda, ini bukan hanya seremonial tapi mempunyai manfaat. di Madrasah Diniyah ini diajari sholat, dakwah, pidato, khotbah sehingga bisa bermanfaat dan bisa meningkat kejenjang yang lebih tinggi dari jenjang sebelumnya,”Tutupnya (Rudi).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini