Manuver.co.id, Palembang – Tokoh masyarakat Sumatera Selatan, Kemas Husein yang akrab disapa Abah Ucin, menyampaikan pernyataan sikap terkait dinamika dan insiden pemukulan yang melibatkan mahasiswa baru-baru ini.
Abah Ucin menegaskan bahwa dirinya hadir secara independen sebagai tokoh masyarakat dan tidak mewakili organisasi masyarakat (ormas) maupun kelompok mana pun. Ia mengimbau seluruh pihak untuk tetap menjaga kondusivitas dan suasana kebersamaan di Sumatera Selatan agar tercipta situasi yang zero konflik.
Dalam keterangannya, Abah Ucin menyayangkan adanya insiden pemukulan terhadap mahasiswa. Ia menekankan bahwa mahasiswa adalah aset bangsa, generasi penerus, serta pejuang moral yang seharusnya dibina. Oleh karena itu, ia meminta agar kelompok mana pun tidak melakukan aksi penyerangan terhadap mahasiswa.
Abah Ucin juga memberikan pesan mendalam mengenai hakikat dan tujuan dari sebuah organisasi kemasyarakatan.
”Berorganisasi itu bukan untuk mencari jabatan atau posisi, tetapi lebih cenderung untuk meneruskan perjuangan rakyat. Jadi, cita-cita rakyat yang diperjuangkan melalui organisasi, bukan mencari posisi atau jabatan “Ujar Abah Ucin .
“Siapa pun pelakunya, jika ada tindakan kriminal atau premanisme, harus diproses secara hukum. Saya mendukung penuh proses hukum tersebut,” tegas Abah Ucin.
Di sisi lain, Abah Ucin juga menyatakan dukungannya terhadap setiap gerakan moral yang dilakukan oleh mahasiswa. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan prinsip tabayun, meminimalkan perselisihan antar kelompok, dan bersama-sama fokus menyikapi isu-isu strategis bangsa yang jauh lebih urgens.
Di akhir pernyataannya, Abah kembali menegaskan dukungannya terhadap setiap gerakan moral yang disuarakan oleh para mahasiswa, sembari berharap agar situasi di Sumatera Selatan tetap tenang dan dalam kondisi zero conflict.(Rilis)




