Manuver.co.id, Palembang – Silaturahmi menjadi kekuatan utama keluarga besar Silaturahmi Spiritual Keluarga Sriwijaya (SSKS) Sumatera Selatan dalam membangun persaudaraan, soliditas, dan kepedulian sosial.
Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan syukuran dan selamatan SSKS yang digelar di kawasan Danau Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Minggu (9/8/2026). Pengurus dan anggota hadir bersama keluarga dalam suasana penuh keakraban.
Ketua SSKS Sumsel, Kiagus Safrizal, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antarpengurus dan anggota sekaligus memperkuat konsolidasi internal organisasi.
“SSKS ini bukan punya pengurus, tetapi punya kita bersama. Karena itu, kita ingin seluruh anggota merasa memiliki dan ikut membangun SSKS,” ujar Safrizal.
Menurutnya, keberadaan SSKS tidak cukup hanya dengan komunikasi melalui grup. Silaturahmi secara langsung diperlukan agar anggota dapat saling mengenal dan membangun rasa persaudaraan yang lebih kuat.
“Bisa saja kita sudah ada dalam satu grup, tetapi belum saling mengenal. Maka melalui kegiatan seperti ini kita ingin lebih dekat, lebih mengenal satu sama lain,” katanya.
Safrizal menambahkan, SSKS ke depan akan mengembangkan sejumlah program yang menyentuh kepentingan anggota maupun masyarakat. Semangat yang dibangun adalah saling asah, saling asih, dan saling asuh.
“Kalau ada teman kita yang mengalami kesulitan, insya-Allah kita musyawarahkan dan kita carikan solusi bersama. Jadi kekuatan kita adalah kebersamaan,” tegasnya.
Kegiatan di JSC juga dikemas dalam suasana rekreasi keluarga. Selain berkumpul, peserta menikmati suasana alam dan melakukan aktivitas bersama seperti membakar ikan.
Safrizal berharap kegiatan tersebut menjadi awal semakin kuatnya SSKS Sumsel. Ke depan, pihaknya juga mempersiapkan agenda pelantikan kepengurusan sebagai bagian dari langkah organisasi menuju program yang lebih terarah.
“Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan, melapangkan rezeki, memudahkan urusan, dan membuat SSKS semakin bermanfaat bagi anggota maupun masyarakat,” pungkasnya.(Ril/cha)




