Polemik SPPG Tangga Takat, Ketua Kosgoro Sumsel Angkat Bicara

Manuver.co.id, Palembang – Ketua Kosgoro Group Sumatera Selatan, Datuk DR. H. Ramli Sutanegara, SH, MBA, M.Si, menyambut baik pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Namun, ia meminta pembangunan dan operasional SPPG tetap mengedepankan aturan, keselamatan, serta kelestarian lingkungan.

Ramli menilai program MBG merupakan kebijakan yang baik dan memiliki manfaat besar, khususnya bagi pelajar serta ibu hamil. Karena itu, dukungan terhadap program tersebut harus berjalan beriringan dengan penataan sarana dan prasarana agar keberadaan SPPG benar-benar memberikan manfaat dan tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat sekitar.

“Saya menyambut baik adanya SPPG di berbagai tempat, baik untuk kepentingan para pelajar maupun ibu-ibu hamil dan sebagainya. Tetapi saya sangat menyayangkan kalau di beberapa tempat SPPG dibuat asal jadi karena merasa ini proyek nasional,” ujar Ramli.

Menurutnya, status sebagai bagian dari program nasional bukan berarti aturan dapat dikesampingkan. Ia menyoroti adanya dugaan pembangunan SPPG yang belum memenuhi ketentuan perizinan, bahkan menggunakan area yang berkaitan dengan badan atau marka jalan.

“Kalau membangun, ya harus memiliki izin. Jangan seolah-olah karena proyek nasional, aturan-aturan dipinggirkan. Bangunan juga harus memperhatikan keselamatan, karena bangunan yang tidak memiliki izin bisa mencelakakan karyawan maupun masyarakat,” tegasnya.

Soroti Dugaan Perampasan Kamera Wartawan

Dalam kesempatan tersebut, Ramli juga memberikan perhatian terhadap dugaan perampasan kamera milik wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik.

Ia menilai tindakan tersebut tidak semestinya terjadi, karena wartawan memiliki fungsi untuk mencari, memperoleh, mengolah, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat secara berimbang sesuai prinsip jurnalistik.

“Perampasan kamera wartawan itu pelanggaran berat. Wartawan bertindak untuk memberitakan sesuatu secara tidak sepihak. Kalau baru selesai bertanya kepada pihak A kemudian kameranya dirampas, bagaimana dia bisa bertanya kepada pihak B?” ungkapnya.

Baca selengkapnya di