Sumsel.Manuver.co.id, Palembang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sako Sialang 3 kembali bergulir usai libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M. Kegiatan pendistribusian yang dimulai sejak Selasa (31/3/2026) pagi tersebut menyasar ribuan penerima manfaat dari berbagai kelompok usia.
Sebanyak 2.771 penerima manfaat terlayani dalam kegiatan ini, mulai dari balita, siswa PAUD/TK, pelajar SD dan SMP, tenaga pendidik, kader posyandu, hingga ibu hamil dan ibu menyusui. Pendistribusian dilakukan oleh SPPG Sako Sialang 3 yang berlokasi di Kecamatan Sako, Kelurahan Sialang.
Adapun sasaran penerima meliputi sejumlah institusi pendidikan dan layanan masyarakat, di antaranya TK Generasi Cerdas, SD Negeri 111 Palembang, SD Negeri 110 Palembang, SMP Negeri 14 Palembang, serta Posyandu Krisan.
Menu yang disajikan pada hari pertama pascalibur Lebaran terdiri dari nasi putih, sop daging dan sayur, sambal tempe, buah pisang putri, serta susu plain. Seluruh menu disusun sesuai standar kebutuhan gizi yang telah ditetapkan, dengan komposisi berbeda untuk tiap kelompok usia dan kondisi penerima manfaat.
Untuk balita hingga siswa kelas awal SD, menu tersebut mengandung energi 364 kkal dengan protein 16 gram. Sementara untuk siswa kelas atas hingga SMP, kandungan energi mencapai 598 kkal dengan protein 28 gram. Adapun bagi ibu hamil dan menyusui, disediakan porsi khusus dengan energi 718 kkal dan protein 37 gram guna mendukung kebutuhan nutrisi yang lebih tinggi.
Owner Mitra SPPG Sialang 3 bersama pelaksana memastikan seluruh proses berjalan lancar, mulai dari persiapan hingga distribusi.
Amel, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan sebelum kegiatan kembali berjalan, terutama dalam menjaga standar kebersihan.
“Kami sebelumnya sudah melakukan pembersihan omprengan secara menyeluruh untuk memastikan makanan yang didistribusikan tetap higienis dan aman dikonsumsi,” ujarnya.
Dengan kembali bergulirnya program MBG ini, diharapkan dapat terus mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan, sekaligus menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan di Kota Palembang.(Red)






