POLRI hingga Oknum DPRD punya SPPG, Sekretaris PMII Sumsel meminta kejati untuk segera periksa seluruh SPPG tanpa pandang bulu.

Sumsel.manuver.co.id PALEMBANG– Sekretaris PKC PMII Sumatera Selatan, Muhammad Farhan, menyatakan dukungan penuh kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Sumatera Selatan.

Menurut Farhan, pemeriksaan harus dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu terhadap seluruh penyelenggara SPPG, siapa pun pihak yang berada di belakangnya.

“Kami mendukung Kejati Sumatera Selatan untuk memeriksa seluruh SPPG yang ada di Sumatera Selatan tanpa pandang bulu. Sepanjang yang kami ketahui, penyelenggara SPPG berasal dari berbagai unsur, termasuk yang berkaitan dengan institusi Polri, anggota DPRD, maupun pihak-pihak lainnya. Karena itu, seluruh SPPG harus diperiksa dengan standar yang sama tanpa ada perlakuan istimewa,” tegas Muhammad Farhan.

Farhan menilai, Program Makan Bergizi Gratis sebagai Program Strategis Nasional harus dijaga integritasnya melalui pengawasan yang kuat dan penegakan hukum yang adil.

“Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan program yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat ini untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Kejati Sumatera Selatan harus bersikap tegas agar Program Strategis Nasional ini tidak disusupi oleh oknum-oknum yang ingin melakukan penyimpangan. Siapa pun yang terbukti melanggar hukum harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap seluruh SPPG bukanlah bentuk menghambat program pemerintah, melainkan langkah penting untuk memastikan tata kelola yang bersih, transparan, dan akuntabel.

“Penegakan hukum yang objektif justru akan memperkuat kepercayaan publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis. Tidak boleh ada kesan bahwa hukum hanya menyasar pihak tertentu, sementara pihak lain kebal dari pemeriksaan. Semua harus diperlakukan sama di hadapan hukum demi menjaga marwah Program Strategis Nasional,” tutup Farhan.