Sosialisasi Perda No 09 Tahun 2021, Fasilitas P4GN Dan Prekusor Narkotika

SUMSEL, SahabatRakyat.com- Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2021 Tentang Fasilitas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan Prekursor Narkotika, Bertempat di Hotel Beston Palembang, Senin (22/08/2022).

Hadir Sebagai Narasumber Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatra Selatan Ir. S. A. Supriono dan Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Djoko Prihadi SH MH.

Supriono mengatakan, kegiatan sosialisasi P4GN dan Prekursor narkotika berharap sosialisasi ini bisa masif sampai ke masyarakat tentang bahaya narkotika, masyarakat juga harus tau secara detail dan mengerti yang mana namanya Bong, Sabu, Ganja.

“Nanti kita masuk untuk dijelaskan ke masyarakat, sebenarnya ini tidak hanya sebatas yang namanya ganja,  masyarakat harus tahu akibatnya sangat berbahaya merusak generasi yang akan datang. Kalau satu generasi usianya 60 tahun kalau dia kenal narkoba 20 tahun artinya akan mengalami kerusakan selama 40 tahun,“ Terang Supriono.

Tindakan yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dan kepolisian harus disinergikan dengan apa yang menjadi program kepolisian dan BNN serta aparatur yang ada di bawah,“ Tandasnya.

Di tempat yang sama Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Djoko Prihadi SH MH menambahkan, Kita harus melakukan perang yang bersifat masif, bersama-sama menggalang kekuatan yang ada. Harus berani, jangan kalah dengan narkoba artinya dengan pihak-pihak yang memang sengaja untuk menyebarkan narkoba.

“Kita ada penelitian bekerjsama dari pusat, penelitian dengan tenaga dari LIPI, kita menggunakan metode random. mungkin nanti kedepan melakukan lagi, mengecek kembali mudah-mudahan dengan upaya-upaya kita ini agak menurunkan frekuensi. Itu tidak bisa dari kita sendiri, harus ada penelitian dari tenaga ahli,”Bebernya.

Lanjut Djoko, Wilayah kita hampir semua bisa di jangkau makanya kita mau  melakukan penguat program-program kita, program desa BERSINAR (Bersih Narkoba). Tinggal komitmen dari kita dengan kepala kampung, kepala desa, kepala kelurahan, kita sudah lakukan secara bertahap.

“Sudah 2 Tahun ini hampir sekitar 50an desa Bersinar, kita akan kuatkan desa-desa inovasi artinya dari pemerintah daerah, Bupati dan Walikota dan sekarang sudah hampir 202 Desa maupun Kelurahan. Ada yang menganggarkan untuk kelurahan dan desa Bersinarnya contohnya paling  banyak diEmpat Lawang Lawang, diPagaralam hampir semua, diOKU Timur ada 20 desa yang sudah dianggarkan dari dana desa ataupun dari CSA dan bekerjasama dengan stakeholder,”Ujarnya.

Djoko menuturkan, Saat ini fokus utama BNNP Sumsel yakni mengurangi frekuensi permintaan kebutuhan narkoba, salah satunya dengan cara rehabilitasi atau menyembuhkan.

“Niat kita berupaya maksimal mempercepat mengurangi frekuensi dengan cara menyembuhkan, kalau sudah sembuh otomatis tidak akan butuh barang lagi. Dari 1 tahun lalu kita sudah merencanakan untuk balai rehabilitasi namun masih terkendala tempat yang cocok,“Tutupnya. (Rudi)