Rektor Unsri Bertekad Membawa Unsri menjadi PTN BH Menuju Word Class University

0
137

SUMSEL, SahabatRakyat.com,- Kegiatan upacara Dies Universitas Sriwijaya ke -62 dilaksanakan di Graha Unsri Sriwijaya Palembang, Kamis (03/11/2022).

Turut dihadiri Gubernur Sumsel Herman Deru, serta Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang merupakan alumni Unsri Dr Ir Isma Yatun MT CSFA.

Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengatakan, Dies Natalies ke-62 ini merupakan momentum bagi Unsri, apa yang sudah pernah dilakukan dan apa yang akan diubah dalam menghadapi kompetisi yang semakin ketat.

“Saya yakin Unsri adalah lembaga pendidikan yang sangat up to date, buktinya banyak alumninya yang berkiprah di lokal regional. Semoga Unsri semakin berguna bagi negara dan bagi bangsa,”Ujarnya.

“Unsri ini lembaga publik yang sangat terpercaya, saya mohon untuk bersama-sama merubah pola pikir, mindset dari berpikir membeli menjadi berpikir menghasilkan,”Ucapnya.

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang merupakan alumni Unsri Dr Ir Isma Yatun MT CSFA berharap Unsri semakin baik kedepan, menjadi University of World Class dan bisa segera berproses menjadi PTN BH.

“Harapan saya Unsri semakin majunya dan bisa memberikan dampak yang positif bagi provinsi Sumsel terutama kota Palembang, dengan adanya Unsri dapat memberikan SDM yang mumpuni, maju dan bisa memberikan kontribusi tidak hanya untuk Universitas tapi untuk seluruh wilayah Sumsel dan bahkan bisa menuju nasional bahkan mendunia,”Tuturnya.

Isma Yatun berpesan kepada seluruh mahasiswa dan dosen untuk tetap semangat dalam menghadapi kemajuan teknologi yang sudah luar biasa saat ini, dan dirinya percaya Unsri pasti bisa mengantisipasi kemajuan-kemajuan teknologi semakin pesat.

Sementara itu, Rektor Unsri Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaff MSCE. IPU.ASEAN.Eng menambahkan di usia Unsri ke-62 tahun ini merupakan usia yang sangat bagus dan produktif. Apalagi Unsri dalam perjalanan sudah banyak alumni yang dihasilkan, lebih dari 140.000 alumni dan banyak yang berkiprah di mana-mana.”Dimana ada tempat di situ ada alumni Unsri,”Bebernya.

Lebih lanjut Anis menjelaskan, sejak 2010 Unsri pertama menjadi PTN dengan BLU, sehingga sudah mulai berubah mulai dari keuangan, penerimaan mahasiswa harus produktif. Sehingga sampai saat ini sudah lebih 12 tahun Unsri PTN BLU.

“Perguruan Tinggi itu ada tiga tingkat, yang paling bawah itu adalah satker, kira-kira seperti anak kecil disuapi, diberi uang tapi tidak boleh jajan sembarangan, itu satker. Level kedua adalah BLU, beranjak dari dia boleh mencari uang sendiri tapi ada beberapa yang dibolehkan, kalau anak kecil dijaga, kalau kita sudah BLU sudah agak dilonggarkan. Dan level paling atas adalah Perguruan Tinggi Dewasa atau Mandiri yakni PTN diibaratkan seperti anak sudah menikah, jadi sudah dibebaskan mencari uang sendiri dengan mem buat inovasi inovasi supaya cepat berkembang hidupnya dan tidak lagi bergantung dengan orang tuanya,”Terangya.

Anis menuturkan, Unsri menuju mandiri atau Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). “PTN-BH artinya mandiri sehingga  mencari uang bukan minta dengan mahasiswa. Kalau satker dan BLU masih mengumpulkan dari mahasiswa, yang akan datang harus bebaskan dari uang dan kepentingan apapun.

“Ini potensinya sangat besar, kita bisa saja punya lahan dan kita bangun misalnya pusat pelatihan. Kita buat pelatihan mulai dari SMA perguruan tinggi swasta, yang sarjana ingin mendalami, tentu itu bisa dibuat latihan dengan membayar, sehingga itu menjadi pemasukan jadi tidak lagi pemasukan dari UKT. Kalau PTN-BH kita dibebaskan termasuk dari hasil-hasil karya riset anak-anak dipatenkan, kemudian diproduksi massal bersama-sama dengan mitra luar, itu bisa menghasilkan dan bisa dapat royalti. Dosen kita banyak yang buat penemuan, baik itu kosmetik kemudian alat-alat engineering, kalau BLU tidak bisa karena masih dipegang oleh Tridharma, jadi kalau BLU itu belum bebas,”Terangnya.

Di akhir jabatannya yang akan habis, Anis menerangkan ingin mempersembahkan di akhir jabatan ini Unsri menjadi Perguruan Tinggi PTN BH di mana itulah menuju Word Class University.

“Kalau kita bisa membangun rumah sakit yang mewah seperti yang di Singapura bukan tidak bisa alumni kita hebat-hebat artinya itu bisa menghasilkan saya cuma mengantarkan nanti yang mengurus pimpinan berikutnya mudah-mudahan orangnya bagus,”Harapnya.

“Saya sebagai almamater Unsri ingin ke depan Unsri ini setara dengan Perguruan Tinggi besar di Indonesia, bisa merambah dan membawa Unsri hingga tingkat Asean. Apalagi kita sudah banyak kerjasama karena kita ingin berguru riset dengan PT di Asean, termasuk mahasiswa asing. Salah satu syarat menjadi World Class University ada mahasiswa asing yang mau belajar di tempat kita, Oleh karena itu kenapa tahun 2017 saya secara drastis memangkas masa studi menjadi 3,5 tahun sampai 4 tahun,”Bebernya.

Menurutnya, riset dosen-dosen Unsri banyak produknya. Sekarang BLU kesulitan pada saat mau Go Public karena berbelit-belit, Anis berpesan ke media untuk seluruh pemangku kepentingan, untuk izin mengizin jangan seperti dulu lagi susah.

“Dulu kita punya produk air minum  yang sudah dipakai 4 tahun, air minum kualitasnya  belum ada di Palembang, hasil  kerjasama dengan University Teknologi Malaysia (TM), itu kerjanya penelitiannya,”Katanya.

Anis mendukung penuh pemprov Sumsel dan yang penting dari seluruh yang disampaikan Gubernur, seluruh satker di bawah supaya nyambung.

“Pertanian kita sudah bagus, pertanian kita sudah cetak 50.000 sawah, itu membantu Sumsel. Kita bantu perencanaannya, karena kita BLU. Nanti kalau sudah PTN BH eksekusinya bisa kita laksanakan,”Ucapnya.

“Kedepan itu adalah Unsri harus mencari sumber dana lain untuk memenuhi kebutuhan sebagai PTN BH, Saya berpesan nanti Rektor sesudah saya tidak boleh objek  pemasukan dari mahasiswa. Saya sudah tanda tangan fakta integritasnya jadi PTN BH tidak boleh UKT naik, saya sudah kunci itu,” Tutupnya.(Rudi).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini