Kota Palembang lanjutkan penyaluran pinjaman modal UMKM

Palembang – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan, tetap melanjutkan program penyaluran pinjaman modal untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pada 2023 tapi jumlahnya sedikit menurun.

“Kami tetap melanjutkan program untuk membantu UMKM itu tetapi jumlahnya sedikit menurun dari 101.903 turun menjadi 80.903 UMKM pada 2023 ini,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Ratu Dewa, di Palembang, Selasa.

Terjadinya penurunan bantuan pinjaman untuk UMKM ini, karena berdasarkan validasi dan verifikasi data ada pelaku UMKM melanjutkan pinjaman dan ada pula yang meninggal. Jumlah penyaluran pinjaman dari Pemkot Palembang ini yaitu senilai Rp3 juta per orang/tahun.

Ia menjelaskan bantuan pinjaman modal untuk UMKM juga sebagai upaya pembinaan agar dapat terus meningkatkan produktifitas dan kualitas sehingga bisa terus berkembang dan bersaing di pasaran dalam dan luar negeri.

Kota Palembang memiliki keunggulan produk UMKM seperti makanan dan minuman seperti pempek yang cukup dikenal, industri kerajinan rumahan seperti tenun kain songket, dan sebagainya.

Pemerintah Pusat pun terus mendorong pemerintah daerah untuk terus melakukan pembinaan UMKM agar bisa naik kelas dan produknya bisa bersaing di pasar luar negeri.

Oleh karena itu, Pemkot Palembang dalam menggerakkan ekonomi daerah dan masyarakat fokus kepada UMKM, karena dampak COVID-19 dalam tiga tahun terakhir pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan karena produksi hampir sebagian besar tidak berjalan, terutama sektor industri kecil/UMKM.

“Apalagi dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang menyebabkan inflasi telah menyebabkan roda perekonomian daerah melambat. Oleh karena itu kami fokus kembali menggerakkan sektor industri kecil dan UMKM,” kata dia.

Dengan program bantuan pinjaman modal bagi UMKM ini diharapkan ekonomi kerakyatan mampu kembali bangkit di Palembang, kata Sekda Ratu Dewa. (Ant)