Indralaya, SahabatRakyat.com -Dalam rangka memperingati hari ibu ke -94, Solidaritas Perempuan (SP) Palembang bersama perwakilan perempuan akar rumput di kabupaten Ogan Ilir yang di selenggarakan di Gedung Serbaguna Citra jalan Palembang-Indralaya, Kamis (22/12/2022).
Kegiatan Diskusi yang dihadiri 60 peserta dari 8 desa di antaranya Desa Sari Bandung, Desa Tanjung Pinang I, Desa Tanjung Pinang 2, Desa Betung, Desa Lubuk Bandung, Desa Rangas, Desa Sunur, dan Desa Limbang Jaya yang ada di wilayah di Ogan Ilir, membahas persoalan Agraria yang terjadi di wilayah Ogan Ilir.
Emilia Selaku Ketua Panitia Sekaligus Solidaritas Perempuan (SP) palembang mengatakan, Kegiatan hari ini adalah diskusi antar kampung dengan tujuan untuk berbagi pengalaman dan juga berbagi informasi terkait masalah yang terjadi di Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan.
“Sebenarnya diskusi ini untuk berbagi pengalaman, persoalan yang sedang atau sudah dihadapi oleh perempuan akar rumput dari berbagai desa, mereka mempunyai persoalan merebut hak tanah atas mereka yang berkonflik dengan perusahaan PT. Cinta Manis dalam hal ini perkebunan tebu dalam skala besar,” Ujarnya.
Emilia menjelaskan, kendala yang mereka hadapi lebih ke kebijakan Negara karena menurut bahwa UU atau peraturan yang dikeluarkan oleh negara itu menghambat atau tidak berpihak kepada masyarakat.
Seperti contoh dari salah satu ibu yang menjelaskan bahwa sekarang ini UU yang menjelaskan HGU 25 tahun sekarang diperpanjang menjadi 90 tahun, dan itu juga yang menjadi kendala untuk mereka melakukan perjuangan.
“Kami sendiri dari Solidaritas Perempuan palembang hanya memfasilitasi ibu-ibu, bagaimana mereka kedepannya berhasil untuk mendapatkan hak mereka kembali,” Terang Emilia.
Kegiatan diskusi ini juga untuk memperingati hari ibu tanggal 22 Desember, Emilia berharap untuk seluruh ibu – ibu dari berbagai desa bersatu melakukan perjuangan, mereka punya harapan besar dalam menghadapi persoalan-persoalan yang sedang hadapi.
“Ada beberapa desa yang sudah menjelaskan persoalan konflik, persoalan ekonomi, dan persoalan lainnya yang ada di desa mereka. Harapan mereka bisa hidup sejahtera, bisa membiayai anak sekolah, cukup untuk kebutuhan hidup sehari hari dan sebagainya,” Bebernya.
Akhir kata tak lupa Emilia mengucapkan, “Selama hari Ibu, Luar biasa dan tetap semangat,” Tutupnya.(Rudi).



