PALEMBANG, Kamis (8/10/2026) – Di tengah kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang, ribuan jemaah berkumpul di Masjid Darusaid untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah sekaligus bermunajat memohon pertolongan Allah SWT. Lantunan ayat suci Al-Qur’an, dzikir, dan sholawat mengiringi doa bersama yang berlangsung khusyuk hingga suasana haru menyelimuti jemaah yang berharap hujan segera turun dan musibah kabut asap berakhir.
Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, mengajak masyarakat menjadikan momentum keagamaan tersebut sebagai sarana memperkuat ketakwaan, kebersamaan, dan kepedulian di tengah kondisi yang dihadapi. “Mari kita memanjatkan doa dengan khusyuk kepada Allah agar musibah kabut asap yang saat ini terjadi cepat berlalu dan segera diturunkan hujan,” ujar Aprizal. Ia juga mengingatkan pentingnya ikhtiar bersama, baik melalui penanganan karhutla maupun penguatan kehidupan spiritual dan kepedulian sosial.
Aprizal berharap masjid, majelis taklim, ulama, serta tokoh agama terus menjadi mitra pemerintah dalam menjaga kerukunan masyarakat. “Mari kita bersama-sama menjaga Palembang sebagai kota yang zero konflik,” tegasnya. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat mewujudkan Palembang sebagai baldatun thayyibatun wa Rabbun ghafur, yakni negeri yang baik, masyarakatnya rukun dan sejahtera, serta senantiasa mendapat keberkahan dan ampunan Allah SWT.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Firdaus Hasan mengingatkan teladan Rasulullah SAW ketika menghadapi musim kemarau, yakni memperbanyak doa dan melaksanakan Salat Istisqa sebagai ikhtiar memohon hujan kepada Allah. “Hari ini, marilah kita bersama-sama menundukkan kepala, melunakkan hati, dan menanggalkan segala kesombongan. Kita mengetuk pintu langit dengan penyesalan atas dosa-dosa kita dan keikhlasan dalam berdoa,” tuturnya. Doa bersama pun menjadi ungkapan harapan masyarakat agar hujan segera turun, kabut asap menghilang, dan warga Palembang kembali dapat menghirup udara bersih serta beraktivitas dengan aman.(Adv)




