Marlina : Membuka Wawasan Masyarakat dan Memberi Edukasi dan sosialisasi

0
166

Sumsel.manuver.co.id,- Kepala Dinas PU dan penataan Ruang (PUPR ) kota Palembang Ir.H. Akhmad Bastari ST.MT. IPM. ASEAN Eng didampingi Kepala Bidang SDA IL R.A Marlina Sylvia ST.M.Si., M. Sc. IPM., ASEAN Eng. melaksanakan sosialisasi peningkatan peran serta masyarakat dan stakeholder terkait dalam pemeliharaan drainase dan sungai.

Yang di gelar diruangan Parameswara Setda Kota Palembang, Rabu (18/1/2023).

Kepala Bidang SDA IL R.A Marlina Sylvia ST.M.Si., M. Sc. IPM., ASEAN Eng. mengatakan perlunya sosialisasi peraturan dan program pemerintah terkait sumber daya air khususnya pengendalian banjir. “Kami berupaya membuka wawasan masyarakat dengan memberikan edukasi dan sosialisasi agar perwakilan masyarakat yang hadir hari ini dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk melanjutkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat lain di sekitarnya”. Komunikasi hari ini adalah komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat. Jadi tidak hanya marlina dan beberapa narasumber lainnya menyampaikan informasi kepada masyarakat, tapi marlina juga membuka ruang bagi masyarakat yang hadir untuk menyampaikan keluhan masalah banjir di lingkungannya.
Marlina menyampaikan “Sebetulnya masyarakat setempat lebih memahami titik permasalahannya, hari ini kami jemput bola informasi dari masyarakat khususnya di 7 kelurahan kecamatan sukarame”.

Marlina merasa semakin bersemangat karena antusias masyarakat yang hadir “Setengah jam sebelum jadwal acara dimulai, ruangan sudah penuh tamu undangan”. Sesi tanya jawab pun menjadi sangat interaktif karena tidak hanya ada yang menyampaikan keluhan tapi bahkan menawarkan solusi antara lain ada masyarakat yang bersedia menghibahkan tanahnya untuk saluran. Hal ini merupakan indikator keberhasilan dari sosialisasi menurut marlina, menggugah hati masyarakat untuk peduli dan berperan aktif mencarikan solusi permasalah banjir di lokasi masing masing.

Dalam acara ini, marlina juga memperkenalkan timnya yaitu tim monev (monitoring dan evaluasi) yang bertugas melakukan survey, investigasi di lapangan untuk mendeteksi sumber masalah banjir dan mencarikan solusi bersama sama masyarakat yang peduli. Marlina juga memperkenalkan tim sosialisasinya yang diberi target kerja pengembalian ruang untuk air mengalir dengan melakukan pembongkaran bangunan bangunan yang mengganggu aliran air.

Dalam kesempatan ini, Marlina juga menyampaikan program kerja inovasinya. Antara lain pembongkaran bangunan yang menghalangi aliran air yang hingga saat ini sudah dibongkar sebanyak 300 bangunan. Selain pengembalian ruang untuk air, program inovasi terbaru marlina adalah pemberian ruang untuk air “Sejak saya diintruksikan atasan untuk bergabung dalam tim rekomtek siteplan, semua siteplan luasan di atas 5000 m2 yang dikeluarkan oleh pemkot palembang kami wajibkan untuk menyisakan _ruang terbuka biru (RTB)_ minimal 5 persen. Kalau tidak ya saya tidak akan tanda tangan” ujar marlina tegas. Ditunjuk sebagai ketua rekomtek penimbunan, marlina menghimbau agar masyarakat yang ingin melakukan penimbunan di lahan pribadinya untuk menyisakan ruang untuk air mengalir. “Walaupun itu tanah pribadi dan ada alas haknya, bukan berarti bisa semuanya ditimbun atau dibangun. Ada kewajiban pengembang untuk menyisakan beberapa persen ruang untuk air dan larangan penimbunan/penutupan aliran air yang sudah ada. Untuk rawa yg bukan konservasi, harus menyisakan 30 persen dari lahan yg akan ditimbun. Untuk dataran tinggi kalau melakukan timbunan dalam rangka _leveling_ maka harus menyisakan minimal 5 persen.” tegas marlina

Dalam kesempatan ini marlina menghimbau agar masyarakat yang hadir akan bergabung dalam wadah komunikasi masyarakat dan pemerintah yang dinamakan komunitas masyarakat peduli sungai dan peduli banjir (KMPS-PB). “Terbentuknya beberapa komunitas peduli sungai dan peduli banjir di 7 kelurahan kecamatan sukarame menjadi indikator keberhasilan dari pada sosialisasi hari ini yaitu adanya warga yang peduli untuk selanjutnya menjadi partner pemerintah dalam melaksanakan sosialisasi di lingkungan masing-masing.( Ocha )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini