SUMSEL, SahabatRakyat.com,- Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Dana Alokasi Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tahun 2022 yang dilaksanakan Griya Agung jalan Demang lebar daun Palembang, Jum’at (09/12/2022).
Acara tersebut dihadiri Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb Sumsel) Lydia Kurniawati Christyana, para Kepala Daerah, Kepala Dinas provinsi Sumsel, OPD Terkait.
Saat diwawancara awak media Herman Deru mengatakan Dirinya berharap agar penggunaan uang ini efektif di setiap daerah. Selain itu, penggunaannya tepat sasaran dan transparan.
“Dengan demikian, maka dengan sendirinya efektivitas itu dapat dibuktikan dengan transparansi,” Ujarnya.
Menurutnya, untuk mendahulukan kemanfaatan dan hindari program yang mercusuar, tapi bukan tidak boleh membuat program yang berbiaya besar, boleh saja asal manfaatnya juga besar itu yang paling penting.
“Saya mengingatkan bahwa yang dikelola ini bukan uang kita pribadi tapi uang masyarakat, uang rakyat,” Bebernya.
Di tempat yang sama Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb Sumsel) Lydia Kurniawati Christyana menambahkan, Hari ini pihaknya menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Dana Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun 2023.
“Pesan dari Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah harus betul-betul mengawal bagaimana kebijakan fiskal dapat diimplementasikan secara baik, Bapak Gubernur sudah secara langsung memberikan arahan bahwa yang lebih penting adalah bagaimana program-program itu dibuat untuk lebih besar manfaatnya bagi masyarakat,” Ucanya.
Lanjut Lydia menuturkan, pada tahun 2023 harus lebih waspada karena kita sekarang sudah harus menjaga dampak dari konflik global, masalah Ukraina dan Rusia akan berpengaruh pada masalah pangan ditambah krisis di tahun 2000 sampai 2021 di saat pandemi covid.
“Sekarang harus sudah mulai memikirkan dampak global yang salah satunya adalah masalah kekurangan pangan, ketahanan pangan akan berdampak pada permasalahan stunting ketahanan pangan dan stunting,” Tuturnya.
“Program-program yang disusun oleh Kementerian lembaga maupun kepala daerah diharapkan lebih memprioritaskan pada permasalahan ketahanan pangan,” Tutupnya.(Rudi).





