SUMSEL, SahabatRakyat.com,- Pembukaan pameran Linimasi (Pameran Hasil Karya Arsitektur), Bertempat di Neat Co jalan Proklamasi lorok pakjo kecamatan Ilir Barat I Palembang (Seberang Futsal Momea) Palembang, Jum’at (21/10/2022).
Kepala Dinas perumahan dan kawasan permukiman Sumsel Ir H Basyaruddin Akhmad Msc mengatakan, Pemprov Sumsel memprioritaskan pembangunan infrastruktur dimana dibutuhkan kontribusi dari generasi muda untuk mendesain secara kreatif dan insan seni untuk berkontribusi bukan hanya di Kota Palembang tapi juga di Sumatera Selatan.
“Tadi saya lihat desain gerbangnya keren banget, desain park n ride juga bagus, desain untuk shelter dari transmusi bagus. Iniah keinginan kita kedepan adik-adik disini turut mewarnai Sumatera Selatan khususnya kota Palembang, turut mewarnai desain-desain landscaping, taman kota, sculture,”Ucapnya.
Basyaruddin menuturkan, Kolaborasi generasi muda di butuhkan untuk menunjukkan bahwa Palembang juga bisa seperti Jawa, Jakarta, Semarang, Jawa barat yang keren-keren.
“Saya liat desain yang ada polar-polarnya, simple tapi bagus. Itu yang harus dibuat di sudut-sudut kota sehingga membuat mata ini nyaman, ke depan arsitek, seni dan kreatif akan sangat dibutuhkan oleh sebuah kota metropolitan,”Tuturnya
Dengan adanya gerakan kegiatan ini, diharapkan dapat memicu dan memacu para anak-anak muda di kota Palembang. Memacu kreativitas mereka dan menjadi cikal bakal Palembang Kreatif Hard.
“Kita setiap tahun ada lomba desain suport, tinggal anak-anak muda ini mengikuti desain kota lama, desain kawasan kumuh, desain rumah kumuh, kemarin saya liat ada juga desain ornamen khas Sumatera Selatan tanjak itu ada yang keren-keren,”Tandasnya.
Claudy Noor Fathia Selaku Founder and Head of committee Prologue menambahkan, “kita berkolaborasi bukan hanya dengan arsitek tapi juga dengan pengiat industri kreatif baik dari arsitektur, interior, desain kria, musisi, termasuk fashion dan konten kreator,”Terangnya
Ahmad Ardani Selaku Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Sumsel mengungkapkan, Sekarang arsitek sudah ada undang-undang arsitek Nomor 6 Tahun 2017 dengan PP 15 tahun 2021 yang mengatur regulasi tentang arsitek, jadi tidak ada arsitek yang tidak berlisensi, tidak bersertifikat dalam menjalankan praktek arsitek.
“Seperti yang disampaikan Pak Basyar tadi kerjasama IAI Sumsel dengan pemerintah dalam hal ini pemerintah provinsi, kita sekarang sedang melakukan proses lisensi arsitek, seperti dokter tidak bisa praktek kalau tidak punya lisensi,”Ungkapnya
Lanjut Ahmad Ardani menjelaskan, Pemerintah pusat mengambil kebijakan adanya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dari asosiasi masing-masing. selain itu juga ada lembaga sertifikasi profesi, dewan astek Indonesia, lembaga sertifikasi untuk arsitek sendiri.
“Setiap asosiasi punya lembaga sertifikasi sendiri yang asesornya dari badan sertifikasi nasional arsitek indonesia, dengan adanya asosiasi ini membuat lebih mudah, lebih merata artnya setiap anggota di urus oleh asosiasinya masing masing,”Bebernya.
“IAI dari dulu merupakan patner pemerintah yang berkontribusi bagi pembangunan di Sumsel, dimana anggota IAI berperan sebagai tenaga ahli di konsultan-konsultan perencana, tenaga individual yang membantu pemerintah baik pemerintah provinsi maupun 17 kabupaten kota dalam proses perancangan di Sumatera Selatan,”Tutupnya. (Rudi).



