Manuver.co.id, Palembang – Jika biasanya identik dengan aksi berbagi nasi bungkus di simpang jalan, kali ini Keluarga Besar Pengurus Pusat Silaturahmi Spiritual Keluarga Sriwijaya (PP SSKS) menunjukkan wajahnya yang lain: wajah intelektual.
Ketua Umum PP SSKS Kgs. Syafrizal atau yang akrab disapa Mafia Paranormal, didampingi Dewan Penasehat Ustadz Usman Markoni, Sekjend Ustadz Asmuni, serta jajaran pengurus pusat, menghadiri momen sakral pengukuhan Prof. Dr. H. R. Wijaya, M.Si dan Prof. Dr. H. Fitri Oviyanti, M.Ag sebagai Guru Besar di UIN Raden Fatah Palembang.
Gedung akademik yang biasanya sunyi oleh tumpukan disertasi, hari itu bergetar oleh tepuk tangan. Dua putra-putri terbaik Sumsel resmi menyandang gelar tertinggi akademik: Guru Besar. Pencapaian yang bukan sekadar gelar, melainkan tonggak penting yang memperkuat tradisi ilmiah dan kualitas sumber daya manusia di UIN Raden Fatah, kampus kebanggaan Wong Palembang.
Kehadiran Mafia Paranormal dan rombongan PP SSKS menjadi penanda penting. Bahwa Silaturahmi Spiritual Keluarga Sriwijaya tidak melulu soal bakti sosial.
“Kami datang bukan hanya memberi selamat, tapi memberi hormat. Hormat pada ilmu. Karena Sriwijaya itu dulu besar karena dua hal: kedermawanan sosialnya dan kehebatan pusat pendidikannya,” ujar Mafia Paranormal di sela prosesi pengukuhan, Rabu (07/10).
Bagi SSKS, dunia pendidikan adalah saudara kandung dunia sosial. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Jika Sabtu Berbagi merawat perut masyarakat, maka mendukung dunia akademik merawat masa depan peradaban.
“SSKS itu merangkul semua kalangan. Dari wong cilik sampai profesor di menara gading. Semua adalah keluarga Sriwijaya,” tambahnya.
Pengukuhan Prof. Fitri dan Prof. Wijaya pun menjadi energi baru bagi PP SSKS untuk terus istiqomah. Bahwa menjaga marwah Sriwijaya di era modern berarti harus hadir di dua medan sekaligus: menguatkan yang lapar, dan memuliakan yang berilmu.(Tim)




